Hauqolah – Perbendaharaan dan Pintu Surga

///Hauqolah – Perbendaharaan dan Pintu Surga
Hauqolah
 
لاحول ولا قوة الا بالله  
 
Tiada daya dan kekuatan selain dari Alloh.” 
 
Hauqolah atau bacaan لاحول ولا قوة الا بالله  maknanya adalah tiada daya untuk berpindah dari suatu keadaan kepada keadaan yang lain, dan tiada kekuatan untuk mengerjakan perintah kecuali dengan pertolongan, taufik dan petunjuk Alloh Azza wa Jalla. [Al-Jami’ Lil Buhuts wa arr-Rosail hlm. 200 oleh Syaikh Abdurrozzaq aI-Badr].
 
Keutamaan Hauqolah‘ 
 
Dari Abi Musa al-Asy’ari bahwa Nabi bersabda:
 
 أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى كَلِمَةٍ هِيَ كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ 
 
”Maukah aku tunjukkan kepadamu suatu kalimat yang merupakan perbendaharan Surga? لاحول ولا قوة الا بالله” (HR. Bukhori 4205, Muslim 2704). 
 
Berkata an-Nawawi, “Makna perbendaharaan di sini adalah simpanan pahala di Surga yang sangat berharga, seperti simpanan harta kalian yang paling bernilai.” (Syarah Shahih Muslim 17/26) 
 
Imam Ahmad meriwayatkan dari Qois bin Sa’d bin Ubadah, bahwa Nabi berkata kepadanya: 
 
‘Maukah aku tunjukkan kepadamu suatu pintu dari n‘ntu-pinw Surga?” Aku menjawab, “Tentu.” Beliau bersabda: “.لاحول ولا قوة الا بالله ” (Musnad: 3/422, Al-Mustadrak: 4/290, Ash-Shahîhah: 4/35-37) 
 
Nabi ﷺ bersabda, Jika ia mengatakan Laa ilaaha illallaha lahul mulku walahul hamdu maka Alloh ta’aala berfirman: ‘Hambaku benar, tidak ada sesembahan yang haq selain Aku dan bagiku kerajaan dan pujian’. Jika hamba tersebut mengatakan Laa ilaaha illallahu wala haula wala quwwata illa billlah maka Alloh ta’aala berfirman: ‘Hambaku benar, tidak ada sesembahan yang benar kecuali Aku dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali karena Aku’.” 
 
Berkata Abu lshaq, “Kemudian Agorru (rowi hadits) mengatakan sesuatu yang aku tidak pahami, lalu aku bertanya kepada Abu Ja’far tentang apa yang ia katakan. Abu Ja’far menjawab, ‘Siapa Saja yang diberi rezeki dengan kalimat tersebut ketika meninggalnya, maka tidak akan disentuh api neraka.” (HR. lbnu Majah 3794, Tirmidzi 3430, al-Hakim 1/5 dan dishohihkan oleh Syaikh Albani dalam ash-shahihah no. 1390) 
 
Dari Abi Ayyub al-Anshori radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi pada malam lsro’ melewati Nabi lbrahim alaihi wa sallam kemudian beliau berkata, “Wahai Muhammad! Perintahkanlah umatmu untuk memperbanyak tanaman Surga. Sesungguhnya tanahnya sangat baik dan sangat luas.” Maka Nabi bertanya, “Apa itu tanaman Surga?” Nabi Ibrohim alaihissalam menjawab: لا حول ولا قوة الا بالله “ (HR. Imam Ahmad: 5/418, Shohih Targhib wa Tarhib no.1583) 
 

Kapan Dzikir ini Dibaca?
 
Dzikir ini bisa dibaca kapan saja dan di mana saja di luar dzikir yang terkait dengan waktu dan tempat, namun harus disesuaikan dengan makna dzikir ini yang untuk itulah dzikir ini dianjurkan dibaca. 
 
Dzikir yang agung ini merupakan kalimat isti’anah (memohon pertolongan) bukan kalimat istrija’ (yang maknanya semisal dengan ucapan innaa lillahi wainnaa ilaihi roji’un), sehingga dianjurkannya membaca dzikir ini ialah saat ingin meminta pertolongan kepada Alloh ta’aala bukan dibaca saat tertimpa musibah. (Lihat: AI-Istiqomah 2/81) 
 
Walhamdulillahi robbil ‘alamin. 
 
Penulis: Abu Bakar Al-Atsari, Majalah al-Mawadah edisi 1 the. Ke-2 Sya’ban 1429H.
 

2017-12-20T04:23:14+07:00