Akhlak

//Akhlak

Dusta Pangkal Petaka

2019-04-21T02:14:01+07:00

Kejujuran hendaknya tidak menjadi barang langka. Itulah dambaan setiap muslim yang fitrahnya lurus. Jika kejujuran mewarnai kehidupan setiap muslim, niscaya kebaikan akan menerangi dunia. Kaum Muslimin, pelaku kejujuran adalah calon-calon penghuni surga, tempat kebahagiaan abadi yang jauh lebih baik dari dunia. Imam Ibnu al-Qayyim rahimahullah menempatkan sifat jujur dengan perkataannya sebagai berikut, “Jujur adalah predikat bangsa besar. Berangkat dari sifat jujur inilah terbangun semua kedudukan agung dan jalan lurus bagi para pelakunya. Barangsiapa yang tidak menempuh jalan ini, niscaya ia akan gagal dan binasa. Dengan sifat jujur inilah, akan terbedakan antara orang-orang munafik dengan orang-orang beriman dan akan terbedakan antara penghuni [...]

Dusta Pangkal Petaka2019-04-21T02:14:01+07:00

Hasad, Bahaya dan Terapinya

2018-11-28T16:06:31+07:00

Hasad adalah merasa tidak suka dengan nikmat yang telah Allah berikan kepada orang lain. Bukanlah definisi yang tepat untuk hasad adalah mengharapkan hilangnya nikmat Allah dari orang lain, bahkan semata-mata merasa tidak suka dengan nikmat yang Allah berikan kepada orang lain itu sudah terhitung hasad baik diiringi harapan agar nikmat tersebut hilang ataupun sekedar merasa tidak suka. Demikianlah hasil pengkajian yang dilakukan oleh Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah. Beliau menegaskan bahwa definisi hasad adalah merasa tidak suka dengan nikmat yang Allah berikan kepada orang lain. Hasad (dengki) merupakan penyakit hati yang berbahaya bagi manusia, karena penyakit ini menyerang hati si penderita dan [...]

Hasad, Bahaya dan Terapinya2018-11-28T16:06:31+07:00

Kapan Disyariatkan Membaca Basmalah?

2018-10-09T07:21:38+07:00

Bismillah, alhamdulillah wa shalaatu wassalaam ‘ala rasuulillah wa ‘ala aalihi wa man tabi’ahu bi ihsan ila yaumiddin. Seuntai kalimat yang sangat mulia, begitu mudah dilafalkan serta mendatangkan keberkahan. Dengan basmalah Allah Ta’ala membuka kitabnya yang mulia, dengan basmalah pula pembuka surat Nabi Sulaiman kepada Bilqis, dan dengan basmalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam membuka surat-suratnya kepada para raja untuk mengajak mereka melakukan penghambaan diri hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Dengan membaca basmallah semoga Allah melimpahkan kepada kita keberkahnnya serta melindungi kita dari keburukan setan. Membacanya dapat membuat setan menjadi kecil Imam Ahmad bin Hanbal dalam musnadnya meriwayatkan dari seseorang yang dibonceng [...]

Kapan Disyariatkan Membaca Basmalah?2018-10-09T07:21:38+07:00

Bohong, Sifat yang Hina di Masyarakat Jahiliyah

2018-10-05T04:27:11+07:00

Dialog Heraclius dan Abu Sufyan Di masa jahiliyah bohong atau dusta adalah sifat yang hina. Mereka benar-benar memandang dusta sebagai sifat rendahan. Islam hadir di lisan masyarakat yang jujur ini sehingga syahadat bisa terwakili dengan zhahir ucapan lisan. Ketika lisan mereka telah berucap itu berarti isi hati dan perbuatan pun sama. Berikut ini sebuah kisah dimana orang-orang Arab jahiliyah menganggap dusta adalah aib yang tercela dan memalukan. Orang-orang akan mengingatnya dalam waktu yang panjang. Dan dicap sebagai pembohong. Apalagi kalau yang berdusta adalah seorang tokoh. Kisah ini sekaligus menguatkan hikmah mengapa Nabi Muhammad ﷺ diutus di Arab. Dari Abdullah bin Abbas: [...]

Bohong, Sifat yang Hina di Masyarakat Jahiliyah2018-10-05T04:27:11+07:00

Gempa Bumi dan Amalan Ketika Terjadi

2018-10-04T04:10:21+07:00

Bismillah… Gempa Bumi Merupakan Peringatan dari Allah Kepada Hamba-Nya Di antara bentuk peringatan yang Allah berikan kepada hamba-Nya, Allah wujudkan dalam bentuk musibah dan bencana alam. Terkadang dalam bentuk angin kencang yang memporak-porandakan berbagai bangunan, terkadang dalam bentuk gelombang pasang, hujan besar yang menyebabkan banjir, gempa bumi, termasuk peperangan di antara umat manusia. Semuanya bisa menjadi potensi untuk mengingatkan manusia agar mereka takut dan berharap kepada Allah. Allah berfirman, قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَاباً مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعاً وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ Katakanlah: “Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu [...]

Gempa Bumi dan Amalan Ketika Terjadi2018-10-04T04:10:21+07:00

Rajin Ngaji tapi Malas Bekerja

2017-12-23T07:39:28+07:00

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud dan Umar bahwa beliau berkata, أرى الشاب فيعجبني فأسأل عن عمله فيقولون لا يعمل فيسقط من عيني “Aku melihat seorang anak muda yang menyebabkan aku kagum dengan ‘keshalihannya’ lalu kutanyai dia mengenai pekerjaannya ternyata jawabannya dia tidak bekerja, maka jatuhlah orang tersebut dalam pandanganku.” والنبي صلى الله عليه وسلم يقول: {إن أطيب كسب الرجل من يده} Nabi bersabda, “Sebaik-baik penghasilan seseorang adalah yang berasal dari jerih payahnya sendiri.” (HR. Ibnu Majah no.2138, dinilai shahih oleh Al Albani). Suatu hari Nabi melihat seorang yang tangannya kasar karena rajin bekerja, beliau lantas berkomentar, هذه يد يحبها الله ورسوله “Ini [...]

Rajin Ngaji tapi Malas Bekerja2017-12-23T07:39:28+07:00

Penyebab Maraknya Kesesatan

2014-05-25T01:43:54+07:00

Pergulatan antara penganut kebenaran dan pengikut kebatilan adalah kepastian dari Allah Subhanahu wata’ala. Dengan ilmu dan kekuasaan-Nya yang sempurna Dia Subhanahu wata’ala telah menakdirkan terjadinya sampai datangnya hari kiamat. Allah Subhanahu wata’ala mengabarkan tentang awal pergulatan tersebut, yaitu antara Bapak kita, Adam ‘Alaihissalam, dan Iblis la’natullah ‘alaih. Iblis telah menyatakan permusuhan kepada manusia di hadapan Allah Subhanahu wata’ala, sebagaimana firman-Nya (yang artinya), Iblis menjawab, “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan [...]

Penyebab Maraknya Kesesatan2014-05-25T01:43:54+07:00

Belajar dari Salaf: Jujur dalam Menerima Kebenaran

2014-04-24T06:22:55+07:00

Suatu hari di masjid raya negeri Fusthat, wilayah Mesir. Seorang ulama terkenal bernama Abul Fadhl Al Jauhari menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjatuhkan talak, mengucapkan zhihar (ucapan seorang suami kepada istrinya,”Punggungmu seperti punggung ibuku, maksudnya mengharamkan istrinya untk dijima’i) dan melakukan ila’ (sumpah seorang suami untuk tdk mendekati istrinya). Diantara hadirin, terlihat seseorang yang nampak asing bagi Al Jauhari dan orang-orang. Orang asing itu bernama Muhammad bin Qasim Al Utsmani. Setelah keluar meninggalkan masjid, Al Utsmani bersama satu rombongan orang lantas mengikuti Al Jauhari dari belakang, sampai ke rumahnya. Mereka dipersilakan masuk. Setelah berbincang-bincang dan tamu-tamu telah beranjak pamit, [...]

Belajar dari Salaf: Jujur dalam Menerima Kebenaran2014-04-24T06:22:55+07:00